Kerjasama dalam Membuat Asesmen AUD

makalah pernah disajikan dikelas reguler mandiri 2010

Kerjasama dalam Membuat Asesmen AUD

1.     Mengobservasi Kecerdasan Jamak Anak

Menurut Howard Gardner, kecerdasan adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah, menciptakan produk yang berharga, dalam satu atau beberapa lingkungan budaya dan masyarakat. Dalam teorinya kecerdasan jamak meliputi: kecerdasan verbal linguisik, logika matematik, visual spasial, musical, bodilykinestetis, interpersonal, intrapersoanal dan naturalistic.

macam 2 multiple-intelligences-300

Mengobservasi kecerdasan jamak anak dapat dinilai melalui aspek _ aspek sebagai berikut:

a.       Kecerdasan kinestetis tubuh

Merupakan kecerdasan yang terkait dengan kemampuan seseorang untuk secara aktif menggunakan bagian – bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah.

Kecerdasan kinestetik berguna untuk menyatukan tubuh dan pikiran untuk menyempurnakan pementasan fisik. Karakteristik pengamatan potensial kecerdasan ini dapat diamati  melalui:

-          Menjelajah lingkungan; sasaran melalui sentuhan dan gerakan.

-          Kegiatan dimana anak terlibat langsung dan berpartisipasi dalam kegiatan.

-          Menjadi sensitive dan responsive terhadap lingkungan dan system secara fisik.

-          Mampu manunjukan keterampilan dalam bergerak.

b.       Kecerdasan verbal linguistic

Yaitu kecerdasan  yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa dan kata –kata, baik secara tertulis maupun lisan untuk mengekspresikan gagasan – gagasannya.

Karakteristik pengamatan potensial kecerdasan ini dapat diamati melalui:

-          Menirukan suara, bahasa, membaca, dan menulis dari orang lainnya.

-          Belajar melalui menyimak, membaca, menulis dan diskusi.

-          Menyimak secara efektif, memahami, meringkas, menafsirkan dan mengingat apa yang di ucapkan.

-          Memperlihatkan kemampuan untuk mempelajari bahasa lainnya.

c.       Kecerdasan logika matematika

Kemampuan seseorang mengenai matematika, sains, dan logika. Kecerdasan ini dapat diamati dengan melihat:

-          Mampu berhitung diluar kepala secara cepat.

-          Senantiasa bertanya, mengapa ini, mengapa itu, dll.

-          Menyenangi pembelajaran IPA/ sains

d.       Kecerdasan intrapersonal

Merupakan kemampuan seseorang membuat persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan pengetahuan tersebut dalam merencanakasn dan mengarahkan kehidupan seseorang

Kecerdasan ini dapat terlihat ketika:

-          Anak memperlihatkan sikap kemauan yang kuat

-          Anak mampu belajar mandiri

-          Adanya rasa percaya diri pada anak

-          Belajar dari kesalahan masa lalu

e.       Kecerdasan interpersonal

Yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif.

Karakteristik kecerdasan ini dapat diamati ketika :

-          Anak sudah memiliki banyak teman

-          Anak menikmati permainan kelompok.

-          Anak mampu bersosialisasi disekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

-          Tampak memiliki bakat pemimpin.

f.        Kecerdasan naturalistik

Adalah kemampuan seseorang untuk peka terhadap lingkunga alam dan senang berada di lingkungan alam terbuka.

Karakteristik kecerdasan ini dapat terlihat ketika:

-          Anak akrab dengan hewan peliharaan

-          Anak menikmati jalan – jalan di alam terbuka atau ke kebun binatang.

-          Memperlihatkn pemahaan yang mendalam disekolah dalam topik –topik yang melibatkan system kehidupan.

-          Mengetahui bentuk alam (misalnya: gunung tinggi, awan)

g.       Kecerdasan spiritual

Merupakan kemampuan memahami makna hidup, makna kematian, nasib, dunia dan jasmani maupun kejiwaan dan dengan makna pengalaman mendalam, seperti cinta dan kesenian. Kecerdasan spiritual anak dimulai dari kebiasaan keluarga.

h.       Kecerdasan musical

Terlihat pada orang yang memiliki sensitivitas pada pola melodi, ritme, dan nada.

Ciri – ciri dengan kecerdasan musikal, dapat terlihat ketika:

-          Anak mampu memainkan alat music dirumah maupun disekolah.

-          Ingat melodi lagu

-          Lebih bisa belajar dengan iringan musik

-          Memberikan reaksi yang kuat terhadap berbagai jenis music

i.         Kecerdasan visual spasial

Yaitu, kemampuan merasakan bayangan eksternal dan internal, melukiskan kembali, merubah, atau memodifikasi bayangan, mengendalikan diri dan objek melalui ruangan.

Kecerdasan ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

-          Senang menggambar sosok orang atau benda persis aslinya

-          Senang melihat film, slide dan foto

-          Menikmati melakukan permainan maze atau kegiatan visual lainnya.

-          Sering melamun.

-          Anak lebih banyak memahami lewat gambar daripada lewat kata – kata ketika sedang membaca.

2.     Kolaborasi dalam merancang asesmen AUD

Asesmen anak usia dini merupakan proses yang dilakukan untuk memperoleh data yang akurat mengenai kemajuan seluruh dimensi perkembangan anak seperti pengembangan bahasa, motorik, intelektual, sosial, emosi dan konsep diri.

Tientje (Tesis, 2002), perlunya perubahan persepsi tentang PAUD sebagai sarana untuk menggali dan mengembangkan potensi kecerdasan jamak/ multiple intelegensi anak. Perubahan persepsi tersebut, menyangkut peran anak, peran orang tua dan peran guru. untuk menggali dan mengembangkan potensi tersebut, guru dan orang tua perlu bekerjasama untuk mengikuti, memotivasi setiap tahap perkembangan anak.

Dalam merancang asesmen AUD, diantaranya  perlu adanya buku penghubung antara orang tua dan guru yang merupakan catatan tentang kemajuan yang telah dicapai anak. Melalui buku penghubung, juga dapat diberikan tugas – tugas lanjutan agar orang tua melatih kemampuan yang sudah didapat anak disekolah untuk dilatih dirumah. Dengan cara ini orang tua ikut memantau bersama anak baik dari segi fisik maupun multiple intelegensi. Karena pada dasarnya konsep pembelajaran pada anak usia dini adalah berulang dan bertahap, sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Setiap anak tidak sama dalam melewati tahap perkembangannya, maka metode pembelajaran dibuat guru dan orang tua secara aktif dan kreatif. Metode tersebut dinamakan metode Hanaeka. Melalui metode ini, terjalin komunikasi timbal balik yang saling menunjang untuk pengembangan potensi multiple intelegensi anak.  Setiap sub tema dalam pembelajaran diarahkan untuk saling terkait agar dapat meningkatkan kemampuan dasar yang mengarahkan kepada multiple intelegensi yaitu, music, kinestetik tubuh, logika matematik, linguistik, interpersonal dan intrapersonal.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s